NESYA PUSPITA PUTRI

Thursday, 29 May 2014

NASKAH PANTOMIM “KORUPSI DAN AKIBATNYA” KARYA NESYA PUSPITA PUTRI

NASKAH PANTOMIM  “KORUPSI DAN AKIBATNYA”  KARYA NESYA PUSPITA PUTRI

Sutradara         : Nesya Puspita Putri
Scirpt Writer   : Nesya Puspita Putri
Pemain                        : Mahasisa dan Mahasiswi KPI.4B
Koruptor : Hafidz
Wakil rakyat : Lukman
Istri koruptor : Intan
Anak-anak koruptor : Inggit, dan Imas
Kakek-kakek : Fariz
Iblis : kahfi
Malaikat : Miss. nisafiah
Nenek-nenek: Indah
Ibu hamil :
Anak anak : Miftah,
Pengemis : ozan dan hasna (yang diminta)
Pencopet : kahfi dan aliman
Warga :
Anak sekolah :
Pemulung:
Polisi :
Pembaca puisi dan narator : Nesya
Iblis-iblis : semua anak laki-laki

Naskah                        :
Backsound 1 lagu klasik
Di atas panggung terdapat sebuah meja dan 2 buah kursi. Dimeja itu terdapan papan meja yang bertuliskan “WAKIL RAKYAT”.  Satu pemain (Hafidz) naik keatas pangung dengan berpakain jas, kemeja, celana bahan, dasi dan sepatu pantoplenya. Seorang wakil rakyat berjalan menuju kursi dengan angkuh dan sombongnya. Sebentar-sebantar ia melihat jam yang berada ditangan kirinya. Tak lama kemudian ada seorang (Ambang) yang berpenampilan sama dengannya. Ia membawa karung besar yang bertuliskan “UANG UNTUK RAKYAT”. Mereka berbicara dan melakukan transaksi, lalu bersalaman. Dan Ambang itu memberikan karung itu pada Hafidz. Kemudian Ambang turun panggung bersama Hafidz.
Hafidz pulang kerumahnya (naik lagi keatas panggung). Ia bertemu istri (Intan) dan ketiga (Inggit, Linur, Imas) anaknya. Keluarganya berpenampilan serba mahal dan mewah. Perhiasan memenuhi tangan dan jari istrinya. Anak-anaknya membawa handpone-handpone canggih masa kini. Istrinya terlihat heran melihat karung yang dibawa suaminya itu. Suaminya menyembunyikan karung itu dibawah meja. Istrinya mengambil karung itu diam-diam. Dan tertangkap basah oleh suaminya. Istrinya dan anak-anaknnya merayu hafidz agar dia mau menggunakan uang itu untuk berbelanja. Istrinya membelai, memohon, dan bergelayut manja pada suaminya itu.
Ganti backsound 2. Dengan suasana yang menegangkan.
Dua pemainpun datang, yang satu (Nisafiyah) mengenakan kostum malaikat berpakaian putih keseluruhan dan yang satu (Kahfi) mengenakan kostum iblis berpakaian merah keseluruhan. Malaikat dan iblis merayu Hafidz. Hafidz kemudian bingung dibuatnya, ia menggeleng2 kepala, dan terlihat stres dibuatnya. Hafiddz menutup telinga mereka, kemudian malaikat dan iblis pun menghilang. Para pemain turun panggung.
Backsound 1
Hafidz, istri, dan anak-anaknya naik panggung kembali dengan membawa banyak tas belanjaan mengelilingi atas panggung. Istri dan anak-anaknya terlihat senang. Lalu mereka turun panggung.
Ganti backsound  3yang mellow dan menyedihkan
Disisi kehidupan lain banyak rakyat yang menderita. Beberapa pemain naik keatas panggung menjadi kakek tua, nenek tua, ibu hamil, dan anak-anak yang sedang sakit tanpa bisa ke rumah sakit. Dua pemain yang menjadi perawat mengusir mereka.  Lalu mereka turun panggung.
Ada yang menjadi peminta minta (dua orang) kepada keluarga hafidz yang sedang berbelanja, dan mengikuti mereka Tapi hafidz malah mendorong para pengemis itu sampai jatuh. Keluarga Hafidzpun turun panggung, diikuti pengemis dengan jalan tergopoh-gopoh.
Beberapa pemain mengenakan seragam sekolah naik keatas panggung. Dan duduk disebuah kursi. Salah satu pemulung melihat terus kearah para pelajar itu. para pelajar itu melihat pemulung itu dengan tatapan jijik dansombong. kemudian turun panggung. Diikuti para pelajar
 Salah satu pemain pria berlari keatas panggung dengan membawa tas wanita. Di belakangnya,  beberapa warga mengejar pria itu diikuti wanita pemilik tas itu.pencopetpun mampu ditangkap warga dan dipukuli. Pemilik tas itu mendapatkan tasnya. Para warga membawa penculik itu pergi, turun panggung.
Kemudian orang-orang yang sakit naik kepanggung, keluarga hafidz dan para pengemis naik kepanggung, pencopet dan warga naik kepanggung, pelajar dan pemulung naik kepanggung. Mereka semua duduk dan berakting. Orang-orang sakit berakting kesakitan, peminta minta meminta uang pada keluarga hafidz, pencopet sedang dihakimi warga, pemulung sedang melihat segerombolan anak-anak sekolah.
Salah satu pemain (Nesya) maju kedepan membacakan puisi tentang keadaan itu.
Kemudian, setelah selesai membaca puisi semua pemain turun.
Backsound 3 yang mellow
Keluarga hafidz naik keatas panggung. Berakting berjalan dengan penuh ketangguhan.  Kemudian beberapa polisi datang menangka hafidz. Istri dan anaknya menarik-narik tangan Hafidz agar tidak dibawa polisi. Tapi polisi bersikeras membawa Hafidz. Dan turun panggung. Kemudian istri dan anak-anak hafidz duduk dan menangis diatas panggung. Kemudian turun
Backsound 2 yang menegangkan
Hafidz naik keatas panggung, dia membawa pistol dan bunuh diri. dan jatuh tergeletak. Kemudian beberapa pemain berkostum iblis dan membawa kertas panjang merah (ibaratkan api). Mengelilingi hafidz. Hafidz terbangun. Ia mencoba lari, tapi para iblis memegang tangan, baju kaki, dan seluruh tubuhnya. Kemudian hafidz tenggelam, ditarik ketengah para iblis yang mengelilinginya membentuk lingkaran.
Kemudian para pemain naik keatas panggung dan memberi hormat.

7 comments:

fahrija azhari harahap said...

kag knpa kagak bisa di copas..balas ya kag.. :)_

nesya puspita said...

masa say? bisa kok..... :o

Yahya al-fatih said...

i like (Y) thanks ya kak

Ridho Edo said...

dialognya mana?

nesya puspita said...

tanpa dialog, itu sangat mengandalkan akting/ gestur (bahasa tubuh)

Provisions hunter said...

ijin copas ya

nesya puspita said...

iya....

Post a Comment

JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR YAH ... ;)

 
Design by Wordpress Templates | Bloggerized by Free Blogger Templates | Web Hosting Comparisons