NESYA PUSPITA PUTRI
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Friday, 15 May 2015

SCIRPT SIARAN RADIO

SCIRPT SIARAN RADIO
Spoiler
Nama Radio                : 107.8 Mandala FM
Program                       : Home In You
Format                         : Curhat, tips dan lagu
Durasi                          : 10.00-10.30 (30 menit)
Segmentasi                  : 15-35 tahun
Script Writer               : Neya Puspita Putri
Announcer                  : Nesya dan Miftah Lia
Produser                      : Nesya dan Miftah Lia
Tanggal                       : 30 April 2015

(OPENING)
(opening jingle) 107.8 Mandala FM Youth Muslim Station. Diapncarkan langsung dari lantai 3 / ruang Z11 // kelas dakwah dan komunikasi / UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
AssalamualaikuWr Wb / selamat pagi ikhwan Mandala // di pagi senin yang cerah ini Nesya dan Lia akan menemani kamu-kamu semua dalam 30 menit kedepan // dalam program Home In You / you and me together forever /  yaitu  edisi curahan hati seorang insan yang sedang berada di zona galau / yang lagi galau galauan silahkan merapatkan telinga dan stay tune di 107.8 mandala fm. Sebelum masuh ke zona galau / para ikhwan mandala udah pada makan belum nih?
(basa basi sarapan) “ Al aqlu saliim fii jismi saliim” Pikiran yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat.
Di senin pagi ini / mungkin ada yang sedang mengerjakan tugas kantor atau kuliah / atau aktivitas lainnya / biasanya hari senin itu identik dengan hari yang hectic :
(Pembahasan Senin yang menyebalkan)
Alasan mengapa orang benci hari senin
  1. Macet karena awal memulai segala aktivitas
  2. Bermalas-malasan karena masih terhanyut dalam long weekend kemarin ( jumat, 1 mei = May day, sabtu 2 mei = hardiknas, 3 mei itu minggu alis libur)
  3. Tugas yang menumpuk karena belum terselesaikan karena liburan
Untuk menemani dan mengawali hari para ikhwan mandala di senin pagi ini, kita akan memutarkan lagu dari...... cek it ot....

CONTENT
(SEGMENT 1 : pembacaan email perncurhat )
107.8 Mandala FM Youth Muslim Station /  kembali lagi bersama Nesya dan Lia // masih dalam program home in you // ikhwan mandala semuanya / di edisi kali ini hari Senin / 4 mei 2015 / Kita akan membacakan sebuah email dari seorang ikhwan mandala / langsung aja kita bacain bacain nih email nya ?

Hy kak... nama aku Ami salah satu pendengar radio mandala. Aku mau curhat nih, tapi bukan masalah aku. Ini masalah sepupu aku, yang memang aku harus terlibat dalam masalah ini. nama sepupu aku Agung. Dia kuliah di salah satu universitas di Bandung, sama kayak aku. Dia baru semster 2, sedangkan aku sudah semester 6. Tapi masalah dia tuh kompleks banget kak. Dia itu broken home, karena kedua orang tuanya memiliki masalah yang mengakibatkan mereka harus berpisah. Masalah ada dari pihak ayahnya. Setelah selesai masa idah ibunya, tak lama dari itu ibunya memiliki pengganti dari suami terdahulu dan menikah tanpa sepengetahuan anak dan mantan suaminya. Itu membuat Agung shock  dan kecewa. Bahkan mantan suami ibunya marah karena kecewa dan sakit yang termata dalam. Kekecewaan Agung yang mendalam bukan hanya pada saat itu saja, tapi berkelanjutan sampai sekarang. Bahkan dia tidak mengakui keberadaan ayah barunya, yang memang sudah menjadi suami sah dari ibunya yang menafkahi ia dan keluarga.  Ayah barunya sudah melakukan berbagai cara untuk melakukan pendekatan kepada Agung. Tapi apa daya dan upaya ketika agung tak sedikitpun berniat untuk membuka hati kepada ayah barunya. Bahkan ia berkata, pada suatu waktu “aku ga akan terima pria itu menjadi ayahku, karena tidak ada yang bisa menggantikan ayah kandungku”. Ami bingung nih kak, harus gimana? Ini masalah komplek dan sangat sensitif sekali. Bagaimana Ami menasehati agung sebagai kaka sepupunya yang sangat dekat dengannya tanpa harus melukai hatinya?
Wah rumit sekali ya masalahnya / untuk membahas permasalah atas curhatan Ami / kita sudah siapkan tips- tips dari beberapa referensi / sebelum membahas itu kita dengarkan lagu yang satu ini. crorrtt....
(SEGMENT 2  :  Tips masalah pencurhat)
107.8 Mandala FM / Youth Muslim Station // kembali lagi dengan nesya dan lia dalam program Home In You // masih bahas curhatan Ami yang galau karena masalah adik sepupunya /
Kita ga punya tips-tips khusus yang akurat // tapi kami sudah memiliki beberapa tips yang bisa kami bagi buat ikhwan mandala semua /

Sudut pandang anak :
  1. Mengertilah, bahwa tidak selamanya apa yang kamu tidak inginkan itu tidak baik
  2. Menerima dan membuka hati kepada ayah baru
  3. jangan berpikiran hal yang tidak tidak kepada ayah baru. Karena tidak semua ayah baru itu jahat, banyak kok ayah baru yang baik.
  4. bersikaplah dewasa, karena mungkin itu yang terbaik buat ibu kamu, ibu kamu memerlukan seseorang yang bisa menjadi tempat berbagi keluh kesahnya.

CLOSING
Wah ga kerasa ya ikhwan mandala semua / ternyata sudah setengah jam berlalu dan waktunya udah habis buat nesya dan lia menemani ikhwan mandala semua pada siang ini // untuk yang telah mengirimkan email yaitu ami / nesya dan lia ucapkan terimakasih //tapi jangan khawatir kita akan bertemu lagi di program acara yang sama / yang tentunya dengan cerita yang berbeda dan menarik lagi// Ok // nesya dan lia pamit // Selamat siang dan selamat berktifitas.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Friday, 1 May 2015

PEDANG PERUBAHAN

PEDANG PERUBAHAN
Pedang Perubahan Mahasiswa  (slow) Nilai-nilai akademis menjadi kewajiban Mengumpulkan pena pada goresan ilmu disetiap lembaran Saat itu kita siap menebaskan pedang  Dengan bermodalkan ilmu, karya dan perjuangan. 

Ssstttt..... (hening) Dengar Gempita sorak sorai memecah cakrawala Gemuruh langkah kaki dengan pijakan pasti Serempak dalam baris yang tak beraturan Dengan kaki kokoh dan tangan yang mengepal  (Nada tinggi) Menatap tajam sebuah permainan dibalik mega hitam kekuasaan Bercampur lumpur bahkan kotoran Pada punggung dan wajah Yang mereka sendiri tuangkan (hening)    (Nada Tinggi) Hey.... (slow)...
PEDANG PERUBAHAN
Tengoklah diluar sana melalui etalase kehidupan Tataplah wajah-wajah yang penuh peluh Mereka bergumam dengan lirih tanpa kepastian dan keberanian Sambil merangkak ditempat dan menatap pada tinggi kekuasaan  Cam kan.... Ketika para aktivis mengaung dalam satu suara Saat itulah kita ada untuk mereka Ketika kepatuhan bahkan ketakutan membungkam perlawanan Saat itu lah kita tidak akan pernah tunduk pada ketidak adilan  Maka satukan suara untuk gerakan perubahan dan perlawanan. Allohu akbar....          

Friday, 31 October 2014

TERKIKISNYA ETIKA JURNALISTIK PENYIARAN DI ERA KAPITALISME

TERKIKISNYA ETIKA JURNALISTIK PENYIARAN DI ERA KAPITALISME

FENOMENA PELAKSANAAN HUKUM DAN ETIKA PENYIARAN DI INDONESIA

Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran yang ditentukan oleh tiga unsur yaitu studio, transmitter dan pesawat penerima. Yang berawal dari sebuah gagasan ide dari komunikator kemudian menjadi sebuah pesan dalam bentuk verbal dan non verbal yang disebarkan melalui saluran sarana (media) komunikasi yang mampu menjangkau khalayak luas (komunikan). Penyiaran menurut undang undang no. 40 tahun 1999.
(1)Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial.
(2)Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan.
          Hukum dan etika tidak bisa lepas dari penyiaran itu sendiri, karena dua hal itu lah yang menjadi pedoman atau kaidah yang mengatur segala hal dalam kerja penyiaran (proses pencarian, produksi dan publikasi), dan penilaian atas apa yang pantas atau tidak pantas untuk publikasikan.
             Penyiaran pada masa kapitalisme sekarang. Sebuah era yang penuh dengan kompetisi antara satu lembaga penyiaran dengan lambaga penyiaran lainnya untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya dengan modal yang paling sedikit sampai tidak memperhatikan nilai-nilai negatif yang terkandung pada acara yang ditayangkan. Bukan hanya nilai negatif yang terkandung pada suatu tayangan tapi juga sampai menimbulkan efek negatif pada masyarakat.
            Dilematis sekarang ini adalah pada kalangan anak-anak yang belum bisa membedakan mana tayangan yang menghibur sekaligus mendidik. Terlalu banyak tayangan-tayangan yang sifatnya hanya menghibur tanpa memasukkan nila-nila positif. Banyak sinetron, talkshow, dan program tv lainnya yang tidak mendidik yang ditonton oleh anak-anak dan lama kelamaan tayangan tersebut dapat mencetak generasi yang dibentuk sendiri oleh kaum kapitalisme dan menjadi kebiasaan bahkan watak/perilaku masyarakat sekarang ini. Membentuk pribadi masyarakat dengan menciptakan kebiasaan dan kegemaran yang dibuat sendiri oleh kaum kapitalis.
Ketika kebiasaan dan kegemaran menjerumuskan masyarakat sekarang menjadi boneka-boneka kaum kapitalisme yang dapat dikendalikan. Dengan program-program acara tv yang di design sedemikian rupa oleh kapitalisme untuk menghancurkan moral-moral bangsa Indonesia dengan tontonan yang tidak mendidik. Contohnya sinetron yang mencontohkan seragam siswa/siswi yang tidak sepantasnya digunakan disekolah, mengenalkan pergaulan bebas hingga kekerasan jaman sekarang pada masyarakat, mencermikan sikap dan sifat seorang pelajar yang melanggar aturan sekolah, aturan orang tua bahkan negara. Semua hal itu melanggar etika jurnalistik penyiaran.
Kode etik jurnalistik penyiaran sendiri yaitu :
Perspekstif pertama adalah sebagai Pedoman profesional (kode etik jurnalistik) yaitu kaidah kerja bagi jurnalis pada media televisi dan radio. Perspektif kedua, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang penyiaran bahwa pedoman etik dan praktek penyiaran, meliputi kewajiban-kewajiban dan larangan bagi lembaga penyiaran dalam menjalankan usaha penyiaran yang dikenal luas dengan istilah P3/SPS (Pedoman perilaku penyiaran dan Standar program siaran).

Dasar penetapan P3/SPS adalah sebagai berikut:
            Bahwa dasar ditetapkannya P3/SPS adalah nilai-niai agama, norma-norma yang berlaku dan diterima dalam masyarakat, kode etik, standar profesi dan pedoman perilaku yang dikembangkan masyarakat penyiaran, serta perundang-undangan yang berlaku.
Etika jurnalistik penyiaran dapat dilihat dari :
1. Tujuannya :
Tujuan P3 adalah untuk menghormati asas manfaat, asas adil dan merata, asas kepastian hukum, asas keamanan, asas keberagaman, asas kemitraan, etika, asas kemandirian dan asas kebebasan dan tanggung jawab.
            Tujuan SPS adalah :
  1. Memperkokoh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera.
  2. Mengatur program-program isi siaran dari lembaga penyiaran, sehingga pemanfaatannya harus senantiasa ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat sebesar-besarnya.
  3. Mengatur program dan isi siaran yang dibuat oleh lembaga penyiaran agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
2. Fungsinya
            Standar Program Siaran berfungsi untuk mengatur lembaga penyiaran dalam menjalankan fungsi-fungsi informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol dan perekat sosial dan pemersatu bangsa.
Undang-Undang penyiaran No. 32 tahun 2002 memberi solusi atau jalan keluar dengan cara mendemokratisasikan.
Pasal 8

(3) KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mempunyai tugas dan kewajiban :
a.menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia;
b.ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran;
c.ikut membangun iklim persaingan yang sehat antarlembaga penyiaran dan industri terkait;
d.memelihara tatanan informasi nasional yang adil,merata, dan seimbang;
e.menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dan apresiasi masyarakat
terhadap penye-lenggaraan penyiaran; dan
f.menyusun perencanaan pengembangan sumberdaya manusia yang menjamin profesionalitas di bidang penyiaran.
            Jadi kita dapat mengadu, menyanggah dan mengkritik segala tayangan yang menurut kita tidak layak dan tidak pantas untuk ditayangkan di media massa. Bukan hanya sebagai penikmat dan penonton, tapi kita ikut berperan dalam perkembangan dan kemajuan bidang penyiaran di Indonesia.

MANFAAT ANIMASI BAGI MISI ISLAM

MANFAAT ANIMASI BAGI MISI ISLAM
         Animasi berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Animasi merupakan hasil dari pengolahan serangkaian  gambar tangan yang berurutan sehingga menjadi gambar yang bergerak.
          Pada tahun 1906. J. Stuart Blackton membuat animasi pertama didunia dalam format standar film pendek yang berjudul “Humorous Phases of Funny Faces”
            Pada tahun 1928 seorang pria bernama Walt Disney membuat film animasi pertama dengan suara, yaitu “Steamboat Willie” dengan tokoh Mickie Mouse dan pasangannya yaitu Minie Mouse. Selanjutnya film animasi semakin banyak dan berkembang melahirkan berbagai tokoh-tokoh yang populer hingga sekarang. Seperti Donald Duck, Tom and Jerry, Bugs Bunny, dan lainnya.
            Animasi yang sangat populer dikalangan anak-anak bahkan dewasa ini bisa kita manfaatkan untuk media dakwah. Terkadang ketidaksadaran kita banyak kartun tidak mendidik yang ditayangan. Jadi seni dan budaya Barat ini bisa kita manfaatkan untuk pendidikan dan media dakwah. Suatu ide yang luar biasa tentang animasi yang lebih diterima dan efektif untuk dakwah yang ringan kepada anak-anak dalam perfilman. Hampir semua anak-anak menyukai animasi karena memiliki karakter yang lucu, cerita yang unik dan penuh warna. Tak lepas dari misi islam untuk mengajak manusia kepada nilai-nilai ketuhanan dan menjadi muslim sejati. Seperti yang terkandung dalam firman Alloh :
هُمُ الْمُفْلِحُونَ نَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَوْ وَيَنْهَ وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Qs. Ali Imran (3):104

            Animasi Islami di Indonesia sendiri yaitu “Dodo dan Syamil” yang isinya bercerita tentang bagaimana untuk menjadi muslim yang baik. Judul dari film-filmnya antara lain : Know Islam, Kiamat, Takdir, Malaikat, dan lain sebagainya. Ini adalah contoh animasi yang mendidik bagi anak-anak sejak dini agar tertanam pada mereka ajaran-ajaran islam dengan hal yang mereka sukai. Dengan media yang populer masa kini banyak manfaat yang bisa kita ambil dan ini adalah pilihan yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesan ajaran islam, khususnya kepada anak-anak.

Wednesday, 25 September 2013

SEPUTAR DA'I

Laporan Hasil Wawancara

Hari/Tanggal Pelaksanaan         : Selasa, 24 September 2013
Waktu Pelaksanaan                  : 11.30 WIB
Tempat Pelaksanaan                 : Ruang Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Narasumber                             : Aang Ridwan (Sekretaris Jurusan, Dosen, & Mubaligh)
Pewawancara                           : Nesya Puspita Putri
Tema Wawancara                    : Seputar Da’i
Tujuan Wawancara                  : Mengetahui Psikologi Da’i dari penampilan dan metode berdakwah

Hasil Wawancara

            Aang Ridwan (narasumber) sebagai mubaligh. “Jangan katakan pada Tuhanmu masalahmu besar, tapi katakanlah pada masalah besarmu Tuhanku Maha Besar” begitulah kutipan dari seorang mubaligh yang lahir 5 september 1974 ini. Bukan hanya sebagai mubaligh, beliau juga adalah SekJur (Sekretaris Jurusan) Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN Sunan Gunung Djati, dan juga sebagai dosen pengajar yang sangat dihargai dan disenangi oleh mahasiswanya. Bagaimana tidak? Beliau adalah pribadi yang ramah tamah, humoris, dan memiliki metode pembelajaran yang sangat mudah dicerna oleh mahasiswanya. Beliau sering berdakwah/berceramah di berbagai tempat. Tidak ada penampilan yang mewah darinya, hanya penampilan sederhana, seperti mubaligh pada umumnya. Beliau tetap berpakaian sederhana walau sekalipun jama’ahnya berpakaian mewah.
Beliau memiliki konsep penampilan yaitu mengikuti sesuai dengan tradisi dan budaya. “saya kan orang sunda, orang Indonesia jadi saya berpakaian seperti yang umumnya memakai kemeja, celana, dan peci. Kalau orang arab kan memakai jubah atau gamis, ya mereka pantas karena tradisi dan budayanya seperti itu ditambah postur badan yang tinggi besar. Kalau saya memakai jubah, nanti saya kaya Batman. Hehehe”  ujarnya dengan gurauan. Beliau menggunakai gelang coklat butiran kayu dilengan kanannya yang selain berfungsi sebagai aksesoris juga berfungsi sebagai tasbih untuk berdzikir karena jumlah butiran gelangnya itu ada 33 biji. Beliau juga terkadang menggunakan sorban jika cuaca sedang dingin, jadi sorban tidak selalu digunakan apalagi untuk aksesoris.
Beliau memiliki trik untuk menghipnostrip jamaahnya. Pada 5 menit pertama beliau membuat streatment yang dapat menghipnotis jamaah untuk menarik perhatiannya agar mau mendengarkan ceramahnya.. Banyak cara untuk menarik perhatian jamaah, salah satu trik beliau untuk menarik perhatian jamaahnya itu dengan cara membuat pantun. Beliau selalu berusaha menjadi orang lain, dalam artian menjadi orang lain adalah agar mengetahui apang yang diinginkan tau dibutuhkan orang lain saat beliau berceramah. Itu memudahkan beliau untuk masuk dalam kehidupan, pikiran dan hati jamaahnya.karena untuk menyampaikan komunikasi yang efektif itu kita harus menjadi orang lain.

Thursday, 5 September 2013

NARASI OBSERVASI PROGRAM DAARUL QUR'AN

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Gambaran Umum
            Saya adalah salah satu mahasiswa semester III jurusan komunikasi dan penyiaran islam, fakultas dakwah dan komunikasi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Saya adalah salah satu pengurus dari Daarul Qur’an Generation Bandung. Kantor Daarul Qur’an sendiri di Bandung berada di Jl. PU Pengairan No.8, Cipamokolan, Rancasari, Bandung Timur. Selain program sedekah untuk penghapal Al Qur’an, ada juga program-program lain. Saya dan ketiga teman saya kebetulan ditugaskan untuk observasi lapangan beberapa program Daarul Qur’an. Kami ditugaskan untuk mengamati program DaQu Clinic dan  Kampung Qur’an Merapi, Yogyakarta. Mengamati keadaan sekitar gunung merapi, mengamati perkembangan ajaran islam sebelum dan sesudah gunung merapi meletus dan adanya kampung qur’an merapi yang adalah salah satu program Daarul Qur’an, interaksi masyarakat pada program ini, menganalisa apa yang kami temukan di kampung qur’an merapi maupun di Daqu clinic. Tepatnya tanggal 26 agustus 2013, aku dan ketiga temanku juga keempat staf kantor cabang Daarul Qur’an Bandung, kami melakukan observasi ke kampung qur’an merapi kemudian observasi kami lanjut ke DaQu Clinic, Yogyakarta. Sangat kebetulan sekali ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Daerah Istimewa Yogyakarta, aku sangat antusias sekali melakukan observasi ini dan sekaligus mengisi waktu liburanku saat itu.

Observasi Kampung Qur’an Merapi
Setelah hampir 10 jam kami menghabiskan waktu diperjalanan dengan menggunakan bis, akhirnya kami sampai di terminal Giwangan, Yogyakarta. Salah satu staf kantor Daarul Qur’an Yogyakarta menjemput kami untuk mampir ke kantor terlebih dahulu untuk bersilaturrahim pada staf kantor disana. Dengan ramahnya beliau mengantarkan kami ke kantor setelah sempat mengantarkan kami untuk sarapan terlebih dahulu. Knatornya tak jauh beda seperti kantor Daarul Qur’an yang dibandung. Gedung tiga tingkat itu tertata rapi dan bersih. Setelah beberapa lama kami bersilaturrahim, kami bergegas menuju gunung merapi. Kami melewati UIN Sunan Kalijaga yang terlihat luas sekali. Perjalanan diperkiraan satu jam lebih menuju TKP. Setelah sampai dikaki gunung merapi, trek yang kami lewati lumayan sulit. Truk yang lalu lalang begitu besar membawa muatan pasir dan bebatuan. Jalanaan yang luasnya cukup untuk dua mobil, itupun terkadang mobil disalah satu jalur harus mengalah jika kebetulan jalan yang dilewati sempit dan licin. Jalanan yang menanjak, penuh bebatuan dan debu yaang memenuhi udara dan benda-benda melewatinya. Beruntunglah kami berada didalam mobil, senggah tak harus menghirup udara yang amat sangat penuh polusi. Semua itu tak menggetarkan kami untuk sampai ketempat tujuan. Diperjalanan kami melihat sekumpulan truk, mobil pengeruk, dan mobil-mobil besar lainnya sedang mengangkut matrial gunung merapi. Tebing-tebing curam nan tinggi, bebatuan yang luar biasa besarnya, serta pemandangan bukit yang memanjakan mata kami. Setelah beberapa lama dari kejauhan kami melihat gapura/tugu yang bertuliskan “ Kampung Qur’an Merapi” itu menjadi ucapan selamat datang pada kami yang terletak di Dusun Kalitengah, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Jogja. Kami singgah disaung qur’an yang bangunannya setengah terbuat dari tembok dan sisi lain terbuat oleh bilik/anyaman kayu dan kayu sebagai pondasinya. Seorang pemuda menyambut kami ramah.  Kami beristirahat sejenak kemudian mulai melakukan observasi. Mewawancarai mas Aryo yang statusnya sebagai pengurus kampung qur’an itu seorang diri. sempat ada beberapa yang membantu, tapi mereka mengundurkan diri dengan perlahan. Mas Aryo adalah mahasiswa lulusan dari Universitan Gajah Mada jurusan komunikasi pembangunan. Sebuah kampung dimerapi yang pada tanggal 26 oktober 2010 lalu dilanda bencana hebat hingga menelan korban sampai 165 jiwa termasuk mbah Majidjan. Rumah penduduk hancur, sepertinya segala kehidupanpun hancur tak meninggalkan sisa oleh ganasnya larva pijar, awan manas dan material vulkanik. Walau sekarang kawasan gunung merapi sudah tidak diijinkan untuk dihuni kembali, masyarakat tetap bersikeras kembali. Mungkin alasan yang sederhana, karena disanalah mereka lahir, mereka tumbuh, mereka hidup dan bersosialisasi. Dari setiap uluran tangan hamba Alloh, Daarul Qur’an membantu membengun kembali rumah warga. Tidak semata-mata Daarul Qur’an membangun rumah, saung bahkan masjid. Ini adalah salah satu sarana untuk berdakwah didaerah merapi. Apa kalian tahu? Sebelumnya masyarakat merapi jauh dari ajaran islam seperti mabuk, judi, dan lainnya. Dan tak sedikit pula yang masih menerapkan paham animisme. Setelah kejadian meletusnya gunung merapi, sebelum Daarul Qur’an datang untuk membantu adanya misionaris yang datang ke merapi. Beruntunglah keatangan mereka diketahui noleh beberapa pihak, dan kawasan itu diambil alih oleh Daarul Qur’an. Membangun ±80 Rumah Qur’an untuk warga, 3 saung Qur’an untuk sarana pengajaran agama islam, dan mesjid. Sekitar sudah satu tahun mas Aryo mengabdikan diri dimerapi untuk menyebarkan agama islam. Sungguh pengorbanan yang sangat luar biasa. Kampung yang hijau, nyaman tentram dan masyaralkat yang ramah tamah membuat kami betah. Disaung samping kiri saung qur’an ada kandang sapi milik warga, disebelah kanan saung ada mesjid yang berdiri kokoh. Setelah melakukan observasi sementara, para akhwat diajak untuk beristirahat disalah satu rumah warga yang tak jauh dari saung. Rumah bu Uin yang akan kami tinggali selama kami dimerapi. Sebuah rumah yang sederhana dengan hengangatan keramahan beliau menyambut kami dengan suka cita sepertinya. Sore harinya kami langsung menuju saung qur’an yang satunya lagi, mas Aryo sebagai pemandu jalan kami. Observasi kami lanjutkan kembali. Jalan turunan yang terjal dan licin karena pasir, jembatan kayu yang mulai rapuh, serta pepohonan dan rumah warga menjadu lintasan kami saat itu. Sesampainya disaung qur’an, kami melihat anak-anak sedang mengaji. Ada dua orang perempuan yanng masih muda sedang mendampingi anak-anak mengaji. Kami datang dan membantu mereka. Ingin sekali berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa jawa, sayangnya saya tidak menguasai bahasa tersebut. Bahasa nasional indonesialah yang menjadi baha komunikasi saat itu. mata kuliah dakwah antar budaya yang saya pelajari semester III ini sepertinya sesuai dengan perkara ini. sayangnya saat itu saya belum mempelajarinya teori, saya langsung praktek kelapangan bersama teman-teman yang lainnya. Belajar bersama, saling memperkenalkan diri satu sama lain dengan gaya yang berbeda-beda dan bermain bersama.  Kami pulang sekitar pukul 7.30 malam. Suasana yang sangat menyeramkan menurut saya karena pencahayaan lampu yang sangat minim, jalur perjalanan seperti saat kami pergi tadi, ditambah pepohonan dan hembusan angin gunung yang menambah suasana semakin menegangkan. Mas Aryo sungguh luar biasa menjalani ini semua, ditambah letak pasar yang jaraknyan ±5km dari kampung. Bukan hanya sekedar berdakwah atau mengajarkan ajaran islam. Bantuan, dukungan, dan suport yang harus kita berikan. Entah  itu dengan materil, material, ilmu, semangat, dan perhatian. Mereka semua butuh kita, butuh uluran tangan kita, bukan sekedar perkataan atau dakwahan kita saja. Pendekatan secara kontekstual, konstruktivisme, deduktif, induktif,  konsep dan proses  nyatanya memang sangat dibutuhkan. Bagaimana mas Aryo bersusah payah menarik para penduduk agar mau mengikuti ajaran islam, itu sangat sulit. Ikut berbaur dengan masyarakat, menjadi bagian dari masyarakat, mengikuti kegiatan masyarakata dalam hal positif seperti berkebun, berternak, dan lain sebagainya. Menarik hati anak-anak dengan cara bermain bersama, semua itu mas Aryo lakukan demi menarik hati mereka agar mau mengikuti ajaran islam dan meninggalkan kebiasaan buruk mereka yang sebelumnya. Mendengar cerita mas Aryo pada bulan puasa kemari, saat waktu sahur tiba terdengar suara gemuruh yang tak ada hentinya. Beberapa orang mungkin berpikir itu suara truk pengangkuit pasir tapi ternyata tidak. Itu sebuah suara dari perut gunung. Masyarakat berbondong-bondong memperingati masyarakat lainnya. Mas Aryo ikut keluar, semua penduduk berhamburan keluar. Mereka segera menepi ke pengungsian di bawah kaki gunung yang jauhnya kira-kira 5km. Dengan pencahayaan obor yang seadanya mereka semua berjalan melintasi lintasan yang terjal. Betapa tidak?  Turunan gunung yang terjal, pepohonan yang rindang, serta kegelapan malam yang kelam mereka taklukan bersama-sama untuk menyelamatkan diri. mereka takut terjadi hal yang serupa seperti kejadian merapi tahun-tahun yang lalu. Seorang Da’i yang tak masuk tv, begitulah sebutanku kepada mas Aryo. Kami menanyakan pesan dan kesan mas Aryo selama disini. Suka, duka, mas Aryo jalani. Rasanya ingin sekali bermanfaat untuk banyak orang seperti mas Aryo, itu pekerjaan yang sangat mulia. Saya yang kuliah dijurusan komunikasi dan penyiaran islam semoga dapat melebihi mas Aryo mengamalkan ilmu, pengalaman, dan hal lainnya.

Observasi DaQu Clinic
            Setelang selesai mengobservasi kampung qur’an, kami melanjutkan observasi kami ke DaQu clinic. Beberapa pegawai rumah sakit memperkenalkan diri masing-masing begitu juga kami. Salah satu suster bernama Tina menunjukkan kami setiap seluk beluk clinic. Sebuah klinik yang cukup luas dengan beberapa ruangannya. DaQu Clinic berdiri sekitar baru 2 bulan yang lalu. Ruangan yang sangat bersih dan rapih. Ada ruang tunggu yang dipenuhi kursi yang berbaris rapi. Ada ruang nifas 1, ruang nifas 2, ada ruang pasien laki-laki dan ruang pasien perempuan yang ada beberapa keluarga didalamnya, ruang tindakan, ruang bersalin, laboratorium, ada pula ruang terapi Al Qur’an. Kami bersilaturrahim ke ruang terapi bertemu dengan ustadz Fauzan. Beliau menyuruh kami menceritakan pengalaman kami selama di jogja sepertinya beliau sedang menila kepribadian kami. Dan kami bercerita dengan gaya kami masing-masing. Sebuah pengalaman yang sangat luar biasa. Mengenal perawat, dokter, dan ustadz yang bekerja di DaQu Clinic. Mereka semua yang kebanyakan tinggal ditempat yang jauh dari clinic, sekitar 20km jauhnya tapi mereka bersedia mengabdikan diri untuk masyarakat. Lebih mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.

Kesimpulan
            Setelah melakukan observasi ke Kampung qur’an Merapi dan DaQu Clinic dapat disimpulakan bahwa kita sebagai umat muslim harus saling menolong satu sama lain. Sadar akan tingkat nasionalisme yang tinggi. Dan kita sebagai manusia berkewajiban berdakwah kepada siapaun untuk mengajak dalam hal kebaikan. Kita harus peka kepada lingkungan sekitar. Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi oranng lain. Ilmu kita, pengalaman kita, bahkan harta kita tidak akan ada gunanya selagi kita tidak saling berbagi kepada yang lainnya. Begitulah hasil obsevasi saya terhadap Kampung Qur’an Merapi dan DaQu Clinic.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 
Design by Wordpress Templates | Bloggerized by Free Blogger Templates | Web Hosting Comparisons