PUISI NESYA PUSPITA PUTRI
Datang menepis kerinduan yang dirasa, Melukiskan sejuta warna yang telah lama sirna, Menajamkan pena untuk mengukir cerita Dan bersiap merajut asa bersama.
CERPEN NESYA PUSPITA PUTRI
Aku berpijak pada bumi yang menyadarkanku akan kenyataan, bahwa kau adalah langit yang sulit ku gapai. Karena kau hanya sebuah ilusi, sebuah dongeng pengantar tidur yang selalu menemaniku, yang selalu berada dalam imajinasiku.
NESYA PUSPITA PUTRI
Gadis kecil itu duduk sambil menatap kearah lapangan sekolahnya dengan mata biji almondnya yang berbinar. Gadis berumur sepuluh tahun ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas lima.



