NESYA PUSPITA PUTRI
Showing posts with label Naskah. Show all posts
Showing posts with label Naskah. Show all posts

Friday, 15 May 2015

SCIRPT SIARAN RADIO

SCIRPT SIARAN RADIO
Spoiler
Nama Radio                : 107.8 Mandala FM
Program                       : Home In You
Format                         : Curhat, tips dan lagu
Durasi                          : 10.00-10.30 (30 menit)
Segmentasi                  : 15-35 tahun
Script Writer               : Neya Puspita Putri
Announcer                  : Nesya dan Miftah Lia
Produser                      : Nesya dan Miftah Lia
Tanggal                       : 30 April 2015

(OPENING)
(opening jingle) 107.8 Mandala FM Youth Muslim Station. Diapncarkan langsung dari lantai 3 / ruang Z11 // kelas dakwah dan komunikasi / UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
AssalamualaikuWr Wb / selamat pagi ikhwan Mandala // di pagi senin yang cerah ini Nesya dan Lia akan menemani kamu-kamu semua dalam 30 menit kedepan // dalam program Home In You / you and me together forever /  yaitu  edisi curahan hati seorang insan yang sedang berada di zona galau / yang lagi galau galauan silahkan merapatkan telinga dan stay tune di 107.8 mandala fm. Sebelum masuh ke zona galau / para ikhwan mandala udah pada makan belum nih?
(basa basi sarapan) “ Al aqlu saliim fii jismi saliim” Pikiran yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat.
Di senin pagi ini / mungkin ada yang sedang mengerjakan tugas kantor atau kuliah / atau aktivitas lainnya / biasanya hari senin itu identik dengan hari yang hectic :
(Pembahasan Senin yang menyebalkan)
Alasan mengapa orang benci hari senin
  1. Macet karena awal memulai segala aktivitas
  2. Bermalas-malasan karena masih terhanyut dalam long weekend kemarin ( jumat, 1 mei = May day, sabtu 2 mei = hardiknas, 3 mei itu minggu alis libur)
  3. Tugas yang menumpuk karena belum terselesaikan karena liburan
Untuk menemani dan mengawali hari para ikhwan mandala di senin pagi ini, kita akan memutarkan lagu dari...... cek it ot....

CONTENT
(SEGMENT 1 : pembacaan email perncurhat )
107.8 Mandala FM Youth Muslim Station /  kembali lagi bersama Nesya dan Lia // masih dalam program home in you // ikhwan mandala semuanya / di edisi kali ini hari Senin / 4 mei 2015 / Kita akan membacakan sebuah email dari seorang ikhwan mandala / langsung aja kita bacain bacain nih email nya ?

Hy kak... nama aku Ami salah satu pendengar radio mandala. Aku mau curhat nih, tapi bukan masalah aku. Ini masalah sepupu aku, yang memang aku harus terlibat dalam masalah ini. nama sepupu aku Agung. Dia kuliah di salah satu universitas di Bandung, sama kayak aku. Dia baru semster 2, sedangkan aku sudah semester 6. Tapi masalah dia tuh kompleks banget kak. Dia itu broken home, karena kedua orang tuanya memiliki masalah yang mengakibatkan mereka harus berpisah. Masalah ada dari pihak ayahnya. Setelah selesai masa idah ibunya, tak lama dari itu ibunya memiliki pengganti dari suami terdahulu dan menikah tanpa sepengetahuan anak dan mantan suaminya. Itu membuat Agung shock  dan kecewa. Bahkan mantan suami ibunya marah karena kecewa dan sakit yang termata dalam. Kekecewaan Agung yang mendalam bukan hanya pada saat itu saja, tapi berkelanjutan sampai sekarang. Bahkan dia tidak mengakui keberadaan ayah barunya, yang memang sudah menjadi suami sah dari ibunya yang menafkahi ia dan keluarga.  Ayah barunya sudah melakukan berbagai cara untuk melakukan pendekatan kepada Agung. Tapi apa daya dan upaya ketika agung tak sedikitpun berniat untuk membuka hati kepada ayah barunya. Bahkan ia berkata, pada suatu waktu “aku ga akan terima pria itu menjadi ayahku, karena tidak ada yang bisa menggantikan ayah kandungku”. Ami bingung nih kak, harus gimana? Ini masalah komplek dan sangat sensitif sekali. Bagaimana Ami menasehati agung sebagai kaka sepupunya yang sangat dekat dengannya tanpa harus melukai hatinya?
Wah rumit sekali ya masalahnya / untuk membahas permasalah atas curhatan Ami / kita sudah siapkan tips- tips dari beberapa referensi / sebelum membahas itu kita dengarkan lagu yang satu ini. crorrtt....
(SEGMENT 2  :  Tips masalah pencurhat)
107.8 Mandala FM / Youth Muslim Station // kembali lagi dengan nesya dan lia dalam program Home In You // masih bahas curhatan Ami yang galau karena masalah adik sepupunya /
Kita ga punya tips-tips khusus yang akurat // tapi kami sudah memiliki beberapa tips yang bisa kami bagi buat ikhwan mandala semua /

Sudut pandang anak :
  1. Mengertilah, bahwa tidak selamanya apa yang kamu tidak inginkan itu tidak baik
  2. Menerima dan membuka hati kepada ayah baru
  3. jangan berpikiran hal yang tidak tidak kepada ayah baru. Karena tidak semua ayah baru itu jahat, banyak kok ayah baru yang baik.
  4. bersikaplah dewasa, karena mungkin itu yang terbaik buat ibu kamu, ibu kamu memerlukan seseorang yang bisa menjadi tempat berbagi keluh kesahnya.

CLOSING
Wah ga kerasa ya ikhwan mandala semua / ternyata sudah setengah jam berlalu dan waktunya udah habis buat nesya dan lia menemani ikhwan mandala semua pada siang ini // untuk yang telah mengirimkan email yaitu ami / nesya dan lia ucapkan terimakasih //tapi jangan khawatir kita akan bertemu lagi di program acara yang sama / yang tentunya dengan cerita yang berbeda dan menarik lagi// Ok // nesya dan lia pamit // Selamat siang dan selamat berktifitas.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Thursday, 29 May 2014

“TOPENG” Karya Nesya Puspita Putri Diadopsi dari naskah monolog ‘TOPENG’ Karya Nn (No name)

“TOPENG”  Karya Nesya Puspita Putri  Diadopsi dari naskah monolog ‘TOPENG’  Karya Nn (No name)

Sutradara         : Nesya Puspita Putri
Karya              : Nesya Puspita Putri

Setting             :Panggung sederhana yang dihiasi properti satu kursi ditengah untuk pemeran utama.
Naskah           :
Para pemain mengenakan topeng dan kostum. Ditambah musik yang mengiringi tarian topeng para penari. Semua berjalan dari belakang kursi penonton menuju panggung sambil menari. Setelah sampai panggung, pemain menari sambil mengelilingi panggung berpola lingkaran sebanyak 1x. Kemudian para pemain duduk lesehan membentuk setengah lingkarang, ditengah tengah pemain duduklah disebuah kursi untuk pemain utama. Kemudian membuka topeng yang mereka kenakan.

Backsound      : Suling
Assalamualaikum Wr.Wb
Aduhai, senang sekali hari ini aku bisa menyapa kalian. Baiklah kali ini kita berbicara tentang”Topeng dan Para Penggunanya”.
Sebelumnya, perkenan aku bertanya pada kalian, apa yang kalian tahu perbedaan orang yang mengenakan topeng dengan yang polos menampilkan wajah apa adanya?
Aku pun jujur saja tak mampu membedakannya. Ada yang tak mengenakan topeng, tapi perilakunya seperti seseorang yang bertopeng—kita-kira apa ia juga menunggang kuda? Ayolah, mari cermati fenomena ini. mari sedikit leluasa tebarkan pandangan kalian. Bagaimana kalau aku yang memulainya? Biar ku lempar dulu pendapatku. O, silahkan saja kalian mengakap sederet ide terbangku yang bersayap.
Baiklah, aku akan segera menangkapnya dan memikirkannya. (Salah satu pemain bertanya)
Ya, kau benar itu selagi tak ada awan gelap menyembunyikannya, dan sebelum angin yang terlalu kencang diatas melayangkannya terlalu jauh. Kejarlah! Tangkap segera!
Tapi, apa tidak sebaiknya kau dulu yang mengemukakan pendapatmu?! (salah satu pemain bertanya)
Baiklah, baiklah...... aku berpendapat bahwa topeng itu perangkat tiruan wajah.
Apa mungkin seperti ‘mimesis’ atau bahasa lain dari imitasi atau copy atau palsu? Adalah seperti yang Aristoteles melihat mimesis itu lebih dari sekedar imitasi terhadap realita. Menurutnya konsep ini merajuk pada representasi dari tipe-tipe dan tindakan manusia pada umumnya dari pada imitasi dari alam. (salah satu pemain bertanya)
Apa? Kau bilang itu ‘mimesis’? Tunggu, tunggu dulu... itu bukan peniruan yang diambil  dari kenyataan tanpa upya merekayasa. Topeng yang ku maksud, oh, tentu saja manipulasi diri sendiri pada suatu figur ideal.
Apa yang kau maksud topeng yang berwajah seperti badut yang lucu dan konyol? (salah satu pemain bertanya)
Hmmm.... baiklah. Kau bertanya apa topeng itu berwajah badut, suka melucu dan bertingkah laku konyol. Aku sedikit gambaran padamu. Topeng itu bisa saja berwajah badut humoris tetapi berhati seperti yang dimiliki sang raja hutan yang ganas. Bagaimana bisa? Silahkan kau bertanya lagi padaku. Hanya saja aku berpendapat  bahwa keramahan tertentu belum bisa tulus sebagaimana yang ditampilkan.
Nah, kau jadi penasaran kan? Aku anjurkan padamu agar gemar mengamati orang-orang disekililing dirimu saja. Banyak diantara mereka yang bersembunyi dari diri sendiri yang sebenarnya.
Bagaimana kalu kuberi contoh secara sekilas saja? Bisa kau dapati penjelasan yang terang? Aku mungkin cenderung mau mengatakan bahwa orang-orang bertopeng sering berahasia. Lalu, bisa saja mereka menunggan kuda dengan sebilah pedang anggar yang pipih dipinggang kiri. Hahahahahaha........ kau tentu kini mengira mereka para pengikut zorro, bukan? Santai saja dulu. waktu kita masih banyak untuk membahasnya.  Jangan terlalu tegang sarafmu.
Mau cicipi dulu penganannya. Hmmm... sepertinya panitia tidak menyiapkan sedikit snack untuk kita. Atau mungkin minum saja dulu. Tapi minum pun tak ada juga. apa boleh buat?
Baiklah, mari kita diskusikan lagi.
Tahu tidak kau? Orang yang mengenakan topeng sebenarnya mencoba untuk berperan ganda. Seperti orang-orang munafik. Ia ingin berperan sebagai aktor yang begitu didambakannya, dan sekaligus tentu saja ia juga ingin menyutradarai peran yang dikonsepkan  dalam kehendaknya sendiri. Makanya banyak rekayasa yang dilakukan demi penyempurnaan peran yang sedang ditampilkan.
Alasannya? (salah satu pemain bertanya)
Apa kau tanyakan padaku tentang sebuah alasan? Ah, tentu itu sama saja dengan membicarakan mengapa kita perlu makan. Dalam kasus orang bertopeng , oh, kawan, kau harus tau semuanya hanyalah kamufalse. Samaran  yang menutupi  bagaimana orang lain bisa tertipu dengn penampilan sehingga peluang-peluang bisa datang . Lalu? Ah, aku kira kau pasti tau kelanjutannya,. Selanjutnya tak lain hanyalah jalan untuk mendapatkan apa yang diincar , merebutnya bukan dengan rampasan tetapi melalui pesona tampilan yang memukau kesadaran
Sungguh? Mereka benar-benar melakukan hal itu dengan sempurna. (salah satu pemain bertanya)
Ya, kau benar!. Tentu saja sebuah metode yang cantik, bukan?
Setting             :
Bancsound berhenti. Para pemain diam sejenak dan terkejut. Nampak bingung dibuatnya.  Satu pemain maju kedepan beberapa langkah. Pemain lain yang dibelakang nampak heran dan kebingungan. Pemain yang maju kedepan melantunkan ayat Al-Qur’an tentang orang-orang munafik.

Tapi seperti apa kah mereka yang sebenarnya? yang ada disekitar kita? Kau mesti memberiku suatu penjelasan yang lebih terperinci. (salah satu pemain bertanya)
Baik, baiklah... sepertinya kau masih bingung dan butuh lebih banyak lagi penjelasan. Sekarang biar aku bertanya dulu. apa pernah kau melihat seseorang yang sepertinya patuh yang kemudian dari belakang mengumpat kepatuhannya sendiri? Dan berdusta pada apa yang ia bicarakan? Apa pernah kau memperlihatkan orang yang tak menempati janji karena waktu yang mendesaknya untuk mengucap janji? Sebenarnya begini saja...
Orang bertopeng punya kebiasaan berkata bahwa janji yang diucapkan pada keadaan terpaksa tak seharusnya ditepati.
Lho kok bisa? (salah satu pemain bertanya)
Ah, lagi-lagi kau terlalu lugu! Janganlah seperti itu! cobalah biasakan dirimu sendiri untuk melihat apa yang terjadi sesuai pernyataan sebagaimana awal kejadiannya. Jangan bertanya mengapa orang bisa sedemikian manipulatif. Ada satu hal lagi yang perlu kau tahu.
Apakah itu? (salah satu pemain bertanya)
Iya, tenanglah. Aku akan terangkan semuanya padamu. Orang bertopeng selalu berperan sesuai tuntutan skenario yang ia tulis sebelumnya, tetapi dengan luwes selalu pandai ia merevisi kembali bila skenario awal yang ditulis tak sejalan dengan situasi terkini. Mudahnya, siapapun yang berada diatas panggung kepentingan pribadinya, ia akan berteriak lantang seperti ikrar awal yang memandu dirinya berperan meraih segala kepentingan pribadi sebagai motivasi penampilannya.
Setting             :
Backsound berhenti
Lagu
Salah satu pemain maju dan bernyanyi lagu Peterpan _ Topeng

Kemudian kembali duduk seperti sebelumnya.
Naskah                        :
Seperti para wakil rakyat yang luwes berjanji diatas Ai-Qur’an dengan begitu manis kata-katanya dengan janji-janji palsunya, lalu kemuadian setelah duduk dikursi wakil rakyat apa yang mereka lalukan? Semua janji, mereka ingkar semua. Tanpa merasa bersalah melakukan hal yang membuat mereka senang dan puas. Apa kau tau ikrar para pengguna topeng dipanggung kepentingan pribadinya? Dengar dan simaklah bauk-baik. aku akan katakan padamu dengan intonasi yang mudah-mudahan bisa menggambarkan situasi pengucapan ikrarnya. Sebentar aku tarik napas dulu, berkonsentrasi, menyulap diriku seolah-olah bagian dari mereka.
“Kami bukan siapa-siapa. Karena kamibisa jadi siapa saja, maka kami berterimakasih pada para penerjemah. Maha Agung Dia yang diatas sana sebab begitu pemurah menutup mata semua orang yang kami buat terlena...”
Begitulah ikrar para pengguna topeng, kawan. Semoga kita terhindar dari tipu muslihatnya. Ya, mudah-mudahan saja. 

Wassalamualaikum Wr. Wb

Drama Musikalisasi Puisi “ORANG-ORANG MUNAFIK” Karya Nesya Puspita Putri Dimainkan pada pementasan ulang tahun KPI 15 April 2014

Drama Musikalisasi Puisi   “ORANG-ORANG MUNAFIK”  Karya Nesya Puspita Putri  Dimainkan pada pementasan ulang tahun KPI 15 April 2014

Sutradara         : Nesya Puspita Putri
Script Writer   : Nesya Puspita Putri
Pemain                        :
Orang munafik (hitam atau merah)
1.      Nesya
Pengingat (putih)
1.      Miftah
2.      Azimah
Korban (abu)
1.   Imas
2.     Idah R
3.    Sheira
4.    Mutmainah
Penyanyi (pink)
1.      Hasna
Tilawa/saritilawah (putih)
1.      Idah S
2.      Indah

Naskah                        :
Para pemain mengenakan topeng dan kostum. Ditambah musik tradisional yang mengiringi tarian topeng para penari. Semua berjalan dari belakang kursi penonton menuju panggung sambil menari. Setelah sampai panggung, pemain menari sambil mengelilingi panggung berpola lingkaran sebanyak 1x. Semua diam seperti patung dengan pola acak. (orang munafik) membaca puisi. Yang lainnya diam mematung. Setelah Nesya, Intan dan Hafidz membaca puisi mereka diam mematung. (penasihat) membaca puisi. (korban) merespon puisi penasehat. Orang munafik diam. setelah Imas membaca puisi dia diam. Kemudian  (korban)  membaca puisi. Dan klimaks. Disitu korban menghakimi orang munafik. Mereka duduk di bawah sambil di hakimi. Setelah selesai puisi, lampu panggung mati. Tiba-tiba Idah S dan Indah maju ke atas panggung sambil disorot lampu. Idah membacakan ayat al-Qur;an dan Indah membacakan artinya tentang orang-orang munafik. Semua lakon berkumpul di atas panggung, orang munafikberdiri kumpul dengan yang lain.Setelah Idah dan Indah selesai. Hasna datang dan menyanyikan lagu. The end.

Puisi orang munafik

Ku tutup muka ini dengan topeng oasis
Tampilkan muka tenang tanpa beban
Tanpa amarah, tanpa benci
Tanpa lelah, tanpa dosa
Aku bahagiakan yang lain
Ku cipta cerita diatas kertas duniaku dan mereka percaya aku
Aku adalah kebohongan itu
Tapi gelak tawaku menggema membahana
aku menikmati kebahagiaan yang aku tak punya
Bersandiwara, atas kepiluan yang ku jalani
dan sesaat engkau tertunduk dan terpuruk
Suara nyanyian tak
Bermakna, menusuk, melilit, memenuhi
Rongga-rongga telinga hingga ke hati
Merabah, mencari mangsa yang terlena
Goresan kuku kemunafikan mencakar dinding keikhlasan
Sambil mengulurkan lidah kefitnahan
Dan bertapak diatas kaki kebohongan


Puisi Pengingat dari orang munafik
Lihatnya dibaliknya
Warna yang terpancar
Suara yang terdengar
Lihatlah dibaliknya !
Kau tahu ?
Ada yang sembunyi
Ada yang tertutupi
Kau dengar ?
Lihatlah dibaliknya
Dibalik topeng megahnya
Jangan gunakan mata
Jangan gunakan telinga
Kalau bisa gunakan tanganmu
Tarik
Cabik
Koyak isinya
Dan lihat !
Hatinya, tempat penyimpanannya
Hatinya, dibalik topeng megahnya
Lihatlah !
Waspadalah, waspadalah kemunafikan bukan hanya karena ada jalan
Tetapi juga karena  ada kesempatan.
Ingat, ingat, ingat......

Puisi Korban orang munafik
Sialan.
Kau memang iblis yang menggoda manusia dahulu
Pantas saja sekilas ku melihat tawa atau
Senyuman yang penuh kepalsuan
Ternyata  dihadapankau ada seribu wajah-wajah
Dan bodoh
Cuma kepedihan yang ada di diriku
Dan keriangan yang kau tunjukkan padaku
Tapi kau melunyah lumat-lumat segala kepercayaanku
Cuma kehampaan yang ada dijiwaku
Tapi gelak tawamu menggema membahana
Siapa sebenarnya yang ku bohongi?
Aku atau dirimu sendiri ‘hey orang munafik’
Sedang kau menikmati kebahagiaan yang aku tak punya
Kau bersandiwara, atas kepiluan yang ku jalani
Lepaslah topeng busukmu
Tanpa itu kau hanya debu yang tertiup angin berlalu
Bahwa wajah aslimu menyeramkan
Sangat menyeramkan
Penuh beban, penuh amarah
Penuh benci, penuh lelah, penuh dosa
Wajah yang sebagian kecil manusia miliki
Dengan bangga kau  menggenakan topeng dikubangan
Sambil menggadahkan kebongkahan,kecongkakkan diri sendiri
Menyingkir, lalu pergi dari penyakit hati
Jangan merenda syair tanpa alunanya
Bangkit, tunjukan jati diri
Tanpa rasa iri dan benci
Berani tuk kehadapan tanpa bisikan setan
perlahan-lahan ciptakan damai dalam kehidupan

Panggung Sandiwara
Achmad Albar
Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak (hahahahahaha)
Peran bercinta bikin kita mabuk kepayang (Mabuk kepayang) sambil akting
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagai jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
Reff :
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

NASKAH PANTOMIM “KORUPSI DAN AKIBATNYA” KARYA NESYA PUSPITA PUTRI

NASKAH PANTOMIM  “KORUPSI DAN AKIBATNYA”  KARYA NESYA PUSPITA PUTRI

Sutradara         : Nesya Puspita Putri
Scirpt Writer   : Nesya Puspita Putri
Pemain                        : Mahasisa dan Mahasiswi KPI.4B
Koruptor : Hafidz
Wakil rakyat : Lukman
Istri koruptor : Intan
Anak-anak koruptor : Inggit, dan Imas
Kakek-kakek : Fariz
Iblis : kahfi
Malaikat : Miss. nisafiah
Nenek-nenek: Indah
Ibu hamil :
Anak anak : Miftah,
Pengemis : ozan dan hasna (yang diminta)
Pencopet : kahfi dan aliman
Warga :
Anak sekolah :
Pemulung:
Polisi :
Pembaca puisi dan narator : Nesya
Iblis-iblis : semua anak laki-laki

Naskah                        :
Backsound 1 lagu klasik
Di atas panggung terdapat sebuah meja dan 2 buah kursi. Dimeja itu terdapan papan meja yang bertuliskan “WAKIL RAKYAT”.  Satu pemain (Hafidz) naik keatas pangung dengan berpakain jas, kemeja, celana bahan, dasi dan sepatu pantoplenya. Seorang wakil rakyat berjalan menuju kursi dengan angkuh dan sombongnya. Sebentar-sebantar ia melihat jam yang berada ditangan kirinya. Tak lama kemudian ada seorang (Ambang) yang berpenampilan sama dengannya. Ia membawa karung besar yang bertuliskan “UANG UNTUK RAKYAT”. Mereka berbicara dan melakukan transaksi, lalu bersalaman. Dan Ambang itu memberikan karung itu pada Hafidz. Kemudian Ambang turun panggung bersama Hafidz.
Hafidz pulang kerumahnya (naik lagi keatas panggung). Ia bertemu istri (Intan) dan ketiga (Inggit, Linur, Imas) anaknya. Keluarganya berpenampilan serba mahal dan mewah. Perhiasan memenuhi tangan dan jari istrinya. Anak-anaknya membawa handpone-handpone canggih masa kini. Istrinya terlihat heran melihat karung yang dibawa suaminya itu. Suaminya menyembunyikan karung itu dibawah meja. Istrinya mengambil karung itu diam-diam. Dan tertangkap basah oleh suaminya. Istrinya dan anak-anaknnya merayu hafidz agar dia mau menggunakan uang itu untuk berbelanja. Istrinya membelai, memohon, dan bergelayut manja pada suaminya itu.
Ganti backsound 2. Dengan suasana yang menegangkan.
Dua pemainpun datang, yang satu (Nisafiyah) mengenakan kostum malaikat berpakaian putih keseluruhan dan yang satu (Kahfi) mengenakan kostum iblis berpakaian merah keseluruhan. Malaikat dan iblis merayu Hafidz. Hafidz kemudian bingung dibuatnya, ia menggeleng2 kepala, dan terlihat stres dibuatnya. Hafiddz menutup telinga mereka, kemudian malaikat dan iblis pun menghilang. Para pemain turun panggung.
Backsound 1
Hafidz, istri, dan anak-anaknya naik panggung kembali dengan membawa banyak tas belanjaan mengelilingi atas panggung. Istri dan anak-anaknya terlihat senang. Lalu mereka turun panggung.
Ganti backsound  3yang mellow dan menyedihkan
Disisi kehidupan lain banyak rakyat yang menderita. Beberapa pemain naik keatas panggung menjadi kakek tua, nenek tua, ibu hamil, dan anak-anak yang sedang sakit tanpa bisa ke rumah sakit. Dua pemain yang menjadi perawat mengusir mereka.  Lalu mereka turun panggung.
Ada yang menjadi peminta minta (dua orang) kepada keluarga hafidz yang sedang berbelanja, dan mengikuti mereka Tapi hafidz malah mendorong para pengemis itu sampai jatuh. Keluarga Hafidzpun turun panggung, diikuti pengemis dengan jalan tergopoh-gopoh.
Beberapa pemain mengenakan seragam sekolah naik keatas panggung. Dan duduk disebuah kursi. Salah satu pemulung melihat terus kearah para pelajar itu. para pelajar itu melihat pemulung itu dengan tatapan jijik dansombong. kemudian turun panggung. Diikuti para pelajar
 Salah satu pemain pria berlari keatas panggung dengan membawa tas wanita. Di belakangnya,  beberapa warga mengejar pria itu diikuti wanita pemilik tas itu.pencopetpun mampu ditangkap warga dan dipukuli. Pemilik tas itu mendapatkan tasnya. Para warga membawa penculik itu pergi, turun panggung.
Kemudian orang-orang yang sakit naik kepanggung, keluarga hafidz dan para pengemis naik kepanggung, pencopet dan warga naik kepanggung, pelajar dan pemulung naik kepanggung. Mereka semua duduk dan berakting. Orang-orang sakit berakting kesakitan, peminta minta meminta uang pada keluarga hafidz, pencopet sedang dihakimi warga, pemulung sedang melihat segerombolan anak-anak sekolah.
Salah satu pemain (Nesya) maju kedepan membacakan puisi tentang keadaan itu.
Kemudian, setelah selesai membaca puisi semua pemain turun.
Backsound 3 yang mellow
Keluarga hafidz naik keatas panggung. Berakting berjalan dengan penuh ketangguhan.  Kemudian beberapa polisi datang menangka hafidz. Istri dan anaknya menarik-narik tangan Hafidz agar tidak dibawa polisi. Tapi polisi bersikeras membawa Hafidz. Dan turun panggung. Kemudian istri dan anak-anak hafidz duduk dan menangis diatas panggung. Kemudian turun
Backsound 2 yang menegangkan
Hafidz naik keatas panggung, dia membawa pistol dan bunuh diri. dan jatuh tergeletak. Kemudian beberapa pemain berkostum iblis dan membawa kertas panjang merah (ibaratkan api). Mengelilingi hafidz. Hafidz terbangun. Ia mencoba lari, tapi para iblis memegang tangan, baju kaki, dan seluruh tubuhnya. Kemudian hafidz tenggelam, ditarik ketengah para iblis yang mengelilinginya membentuk lingkaran.
Kemudian para pemain naik keatas panggung dan memberi hormat.

 
Design by Wordpress Templates | Bloggerized by Free Blogger Templates | Web Hosting Comparisons